Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2011

Buat Pria Membahas Cinta Hanya Buang Waktu


img


Sering merasa kesal dengan tanggapan dingin si dia ketika Anda membahas masalah percintaan? Jangan dulu berpikir negatif, menurut studi terbaru hal ini sangatlah normal.
Tanggapan dingin pasangan bukan berarti ia sudah kehilangan ketertarikannya dengan Anda. Hanya saja, pria merasa bahwa membahas masalah merupakan hal yang membuang waktu, menurut sebuah studi baru University of Missouri.
Hal ini tidak hanya terjadi pada pria dewasa saja, anak laki-laki pun juga memiliki sikap yang sama. Kebanyakan pria tidak bisa mengekspresikan kecemasan dan stres yang dialaminya ketika sedang membahas masalah.
Ketika mereka ditanya mengenai masalahnya, respon mereka akan terlihat lebih santai dibandingkan dengan wanita.
Menurut Profesor ilmu psikologi di College MU Seni dan ilmu pengetahuan, Amanda J. Rose, pria sebenarnya ingin berbicara tentang masalah mereka, hanya saja tertahan oleh rasa malu atau takut dikira lemah.
“Ketika saya meminta para pria membicarakan apa yang dirasakan, mereka tidak mengekspresikan kecemasan saat mendiskusikan masalah ketimbang wanita. Hal itu normal,” ujar Rose, seperti yang dikutip dari Yourtango.
Rose dan rekannya telah melakukan empat penelitian yang melibatkan 2000 pria serta wanita. Hasilnya, wanita merasa bahwa membahas masalah adalah hal yang positif karena membuat mereka merasa diperhatikan dan dimengerti.
Tetapi bagi para pria, hal tersebut malah menimbulkan rasa malu dan khawatir ketika mereka menceritakan masalah yang terjadi. Pria merasa bahwa membicarakan masalah-masalah membuat mereka terlihat aneh dan lemah.

5 Wanita yang Menjadi Korban Cinta

"In the name of love" barangkali penggalan kalimat yang tepat disandingkan pada mereka semua. Atas nama cinta mereka berjumpa, atas nama cinta pula mereka berpisah. Dunia memang sebegitu kejamnya. Ketika revolusi tampil sebagai pemenang, mereka menjadi korban dari revolusi itu sendiri. Revolusi menjadikan mereka terluka dan binasa. Berikut ini adalah 5 wanita bernasib tragis karena penghianatan, revolusi dan cinta. 



1. Cleopatra 
Gelarnya adalah Cleopatra VII Philopator. Dia adalah ratu Mesir kuno, anggota terakhir dinasti Ptolemeus. Walaupun banyak ratu Mesir lain yang menggunakan namanya, dialah yang dikenal dengan nama Cleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang. Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus dari Romawi naik tahta dan menyerang Mesir. Caranya, adalah dengan memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa, setelah mendengar kematian pasangannya Mark Anthony meninggal. Dalam detik terakhir kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai dewi. 
 
Cleopatra 

 
Cleopatra ketika menemui ajalnya

2. Marie Antoniette
Maria Antonia Josepha Johanna von Habsburg-Lothringen, lebih dikenal juga sebagai Marie Antoinette adalah Ratu dari Perancis dan Putri Bangsawan dariAustria. Dia adalah anak dari Kaisar Kekaisaran Romawi Suci, Francis I dan istrinya Ratu Maria Theresa dari Austria dan setelah itu dia menikah dengan Louis XVI pada umur 14 tahun. Akibat posisinya sebagai istri dari Louis XVI dan ibu dari Louis XVII maka dia menemui ajalnya di pisau guillotine pada masa Revolusi Perancis di tahun 1793. Kepalanya dipertontonkan di hadapan para rakyat Perancis (Paris) yang menyoraki hukumannya. 
 
Marie Antoniette 

 
Marie Antoniette, kepalanya dipertontonkan di hadapan para rakyat Perancis

3. Tsarina Alexandra Feodorovna
Alexandra Feodorovna adalah istri dari Tsar Nikolas II, Kaisar terakhir Rusia. Ia dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1872 dengan nama "Putri Alix Viktoria Helena Luise Beatrice dari Hesse dan Rhine" dan merupakan anak keenam dari tujuh orang bersaudara. Ia menikah di usia yang cukup tua pada zamannya, setelah menolak pinangan dari Albert Victor, seorang bangsawan dari Clarence walaupun mendapat tekanan yang cukup keras dari keluarganya. Hal tersebut ia lakukan karena ia sudah jatuh cinta pada Nikolas. Pada awalnya, hubungannya dengan Nikolas mendapat tentangan dari keluarganya, terutama karena hubungan darah mereka yang cukup dekat, yaitu memiliki moyang yang sama. Pada Perang Dunia I, keluarganya menjalani tahanan rumah untuk waktu yang lama setelah ia dijatuhkan oleh kaum Bolshevik. Setelah dipindahkan selama beberapa kali dan tidak memiliki akses kepada dunia luar sama sekali, ia, suami dan anaknya dibunuh oleh polisi rahasia kaum Bolshevik pada tanggal 17 Juli 1918. Ia dan keluarganya diangkat menjadi martir oleh Gereja Ortodox Rusia pada tahun 1981. Pada tanggal 17 Juli 1998, kerangka beserta seluruh keluarganya dibawa ke Katedral Santo Petrus di St. Petersburg, 80 tahun setelah kematian mereka. 
 
Tsarina Alexandra Feodorovna (Sumber: pbworks)

 
Tsarina Alexandra Feodorovna beserta keluarganya
4. Eva Braun
Eva Anna Paula Braun (lahir di Munchen, 6 Februari 1912 – meninggal di Berlin, 30 April 1945 pada umur 33 tahun) adalah perempuan simpanan dan selama satu hari dan satu malam, istri Adolf Hitler. Eva Braun lahir di Munchen, Jerman dan berjumpa dengan Adolf Hitler pada tahun 1930 pada usia 17. Kala itu, ia adalah asisten seorang juru foto Hitler. Pada 1936 ia menjadi pacar Hitler. Pada 29 April 1945, ketika Tentara Merah Uni Soviet sudah berada di kota Berlin, ia menikah dengan Hitler. Sehari kemudian mereka bunuh diri di sebuah bunker di Berlin dan jasad mereka dibakar setelahnya. 
 
Eva Braun 

 
Eva Braun dan Hitler 

5. Clara Petacci
Clara Petacci atau Claretta Petacci adalah seorang perempuan muda Romayang lahir di Giulino di Mezzegra Como dari sebuah keluarga kelas atas. Petacci adalah simpanan gelap Benito Mussolini. Ayahnya adalah dokter pribadi paus. Ia berusia 29 tahun lebih muda daripada Mussolini. Ketika ia mulai menjalin hubungannay dengan Mussolini, pada 1932, ia telah bersuamikan seorang kapten angkatan udara, Riccardo Federici. Mereka berpisah pada 1936.

Ketika Mussolini ditangkap oleh kaum partisan pada April 1945, Petacci ditawari kesempatan untuk melarikan diri, namun ia menolak dan mencoba untuk melindungi Mussolini dengan tubuhnya. Setelah Petacci ditembak, Il Duce — gelar Mussolini — pun kemudian ditembak. Hari berikutnya, 29 April 1945, di Piazzale Loreto di Milan, jenazah Mussolini dan Petacci dan empat orang lainnya digantung terbalik di sebuah pompa bensin Esso dan difoto sementara rakyat mencurahkan kemarahannya kepada mereka. Petacci dihormati di Italia, bukan karena politik, tapi hanya sebagai wanita yang jatuh cinta dan menolak untuk meninggalkannya dalam masa kesulitan. (**) 

Clara Petacci 

Mussolini dan Petacci digantung terbalik di sebuah pompa bensin Esso, Itali 

Rabu, 27 April 2011

anda Ingin Pertengkaran Mereda? Katakan Ini ke Dia!



Anda dan dia bertengkar. (Foto: Corbis)
Anda dan dia bertengkar. (Foto: Corbis)
KALIMAT yang kita utarakan cenderung pedas dan menyakitkan hati pasangan, saat bertengkar. Namun, setiap pasangan tentunya pernah berseteru, tinggal kita kenali kuncinya bagaimana bertengkar dengan benar.

Supaya pertengkaran tidak melenceng dari koridor atau tujuannya, jadikan pertengkaran menjadi sebuah diskusi dengan kalimat ini. Berikut bocorannya dari Allwomenstalk, Selasa (26/4/2011).

“Saya merasa tidak dihargai”

Umumnya, karena salah satu pihak merasa tidak dihargailah menyebabkan pertengkaran. Saat pertengkaran mulai hebat, ambil suara dalam dan ucapkan dengan pelan, kalimat ini ampuh menenangkan pertengkaran menjadi sebuah diskusi dua pihak.

“Saya ingin menarik kata-kata saya barusan”

Tentunya tanpa sengaja kita mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati saat bertengkar. Kalimat ini sesuai bagi Anda yang ingin meneruskan perseteruan dengan lebih tenang, mengulangi kata-kata yang tak pantas dan menariknya.

“Saya berlebihan dalam pertengkaran ini”

Setiap orang pernah merasa bersalah. Dengan mengatakan kalimat ini, pasangan akan menyadari di mana kesalahan Anda, sehingga dia tidak perlu berseteru lebih jauh. Ingat juga bahwa menyuarakan apa yang Anda rasakan dapat membantu pertengkaran tetap sehat.

“Lebih baik kita bicara untuk menyelesaikan masalahnya”
 
Sementara suami ingin menyelesaikan problema dengan segera, istri kebanyakan memilih ingin membicarakan problema tadi. Inilah di mana kekuatan diskusi mengambil peran. Ingatkan suami bahwa tidak ada masalah yang dapat selesai saat itu juga, diskusikan apa yang dapat membuat Anda berdua merasa lebih baik.

“Kita harus setuju untuk tidak setuju”

Kendati melawan hukum alam berhubungan, kita tidak dapat setuju dengan pasangan terhadap segala hal. Malah, pertengkaran bukan cara untuk mencari persetujuan, saat Anda mencoba meluruskan pendapatnya tapi Anda tidak bisa, maka itu saatnya Anda tidak setuju.

“Ini masalah kita, bukan masalah saya atau kamu”

Sudah barang tentu saat bertengkar kita kerap saling menyalahkan, padahal kesalahan itu sebenarnya ada pada diri Anda berdua.

“Aku cinta kamu”

Tak dapat dipungkiri, saat bertengkar, kalimat ini yang ingin Anda dan suami dengar. Kalimat ini membantu Anda menempatkan permasalahan secara benar dan menyadari apa yang lebih penting; cinta atau pertengkaran ini.

“Saya minta maaf”

Kalimat yang mampu menjadikan hati pasangan yang panas menjadi luluh. Saat kalimat ini diucapkan, pasangan akan tahu Anda merasa bersalah –lalu akan belajar memperbaikinya. Pertengkaran pun akan berubah menjadi sebuah diskusi dua manusia dewasa.
(tty)