Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

5 Alasan Populer Pemicu Perselingkuhan



Dia ketahuan selingkuh. (Foto: Corbis)
Dia ketahuan selingkuh. (Foto: Corbis)
SELINGKUH ada karena kesempatan pun tersedia. Meskipun terkesan salah, berbagai alasan bisa menjadi pemicunya. Berikut lima alasan klasik seseorang terjerat perselingkuhan.

Dalam hubungan cinta, kemungkinan salah satu pasangan tergoda untuk selingkuh selalu terbuka. Banyak hal yang bisa menjadi pemicunya, misalnya saja kebosanan, ketidakcocokan, faktor jarak dan sebagainya. Perselingkuhan bukan hanya menghadirkan rasa sakit di antara pasangan yang menjalaninya, tetapi juga memunculkan kebencian. Tak heran, banyak pasangan yang tak bisa memaafkan jika rekannya tersebut berkhianat padanya tanpa memikirkan apa sebenarnya alasan yang memicunya.

Untuk mengetahuinya, psikolog Deepti Makhija memberikan gambaran populer yang membuat seseorang selingkuh, seperti dirilis Idiva.

Kecenderungan dari perilaku reaktif

Pertengkaran adalah gejala umum yang terjadi dalam pernikahan. Tetapi ketika bertengkar memunculkan sakit hati salah satu pasangan, maka bisa jadi dia pun mengambil langkah ekstrem dengan membalas lewat perselingkuhan.

“Ini adalah momen yang rentan. Dalam situasi seperti ini, selingkuh seperti perilaku reaktif dari perilaku proaktif,” kata Makhija.

Pasangan perlu mengambil pertolongan dari pihak ketiga seperti teman dan keluarga untuk mencari solusi sebelum menyesal karena keputusan yang diambil tidak memikirkan dampak jangka panjang.

Ketidakcocokan seksual

Makanan, air, tempat tinggal dan jenis kelamin adalah kebutuhan fisiologis dasar bagi manusia yang berbeda dengan kebutuhan fisiologis lain. Anda tidak akan mati ketika tidak mendapatkan jumlah seks yang berkualitas. Tapi secara psikologis, kebutuhan tersebut jadi tak terpenuhi. Sering kali, ketika pasangan melakukan agenda bercinta mereka tidak berkomunikasi dengan baik satu sama lain karena merasa malu atau takut dicap vulgar. Ketika perasaan ini muncul, maka ketidakpuasan pun akan hadir. Celah inilah yang membuat salah satu pasangan mencari kepuasan di tempat lain.

“Dalam sebuah pernikahan, kompatibilitas seksual sama pentingnya dengan kompatibilitas emosional,” kata Makhija. “Keduanya harus seimbang. Hal ini akan berbahaya ketika salah satu mengalahkan yang lain. Ini akan mendorong pasangan untuk mencari kepuasan di luar, baik itu seksual ataupun pemenuhan emosi.”

Dorongan ego

Menjalani komitmen dalam sebuah pernikahan sedianya adalah menumbuhkan rasa saling menghargai satu sama lain dalam segala hal baik dari kebiasaan hingga penampilan sekalipun. Ketika salah satu dari Anda sudah melakukan upaya tersebut dan Anda tidak merasa dihargai atas usaha yang Anda lakukan demi kebaikan, maka Anda pun akan mencari pemenuhan pujian dari luar sana. Jadi, ketika ada seseorang yang menarik dengan penampilan Anda, bukan hanya reaksi yang Anda tempuh bakal memunculkan risiko, tapi juga ego Anda yang meningkat karena Anda merasa lebih baik tentang diri sendiri.

Ada peluang

Ketika seseorang melakukan perjalanan bisnis, mengikuti sebuah pesta atau acara di mana mereka mendapatkan keintiman dengan lawan jenis, peluang selingkuh pun bisa muncul. Beberapa orang mungkin tahu di mana mereka dapat memanfaatkan situasi. Makhija menamakannya dengan istilah mencari sensasi.

“Setiap individu bertanggung jawab untuk tindakan yang dilakukannya,” kata Makhija.

Tidak ada yang bisa memaksa Anda untuk memiliki satu malam di mana Anda sepenuhnya sadar dengan tindakan memanjakan diri dalam satu malam bersama orang lain. Ini dapat memunculkan peluang yang akhirnya membawa Anda ke lingkaran setan.

Memaafkan masa lalu

Sering kali ketika seseorang berselingkuh, maka dia pun seperti kehilangan rasa hormat terhadap pasangannya meskipun mereka telah memaafkan perselingkuhan yang dilakukannya. Sebelum memaafkan pasangan, sangat penting untuk merefleksikan pernikahan Anda dan isu-isu lainnya yang menyebabkan perselingkuhan secara tidak langsung. Anda perlu melakukan introspeksi serius untuk memutuskan apakah Anda akan melanjutkan hubungan tersebut atau tidak.

Dapatkah Perselingkuhan Dicegah?



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
KETIKA pria dan wanita ditanya soal apakah mereka pernah selingkuh, pria cenderung menyombongkan perselingkuhan mereka sedangkan wanita justru berusaha menutupinya. Pertanyaannya kemudian, bisakah affairdicegah?

Hampir setengah dari mereka yang berada dalam hubungan berkomitmen melakukan selingkuh pada beberapa titik perjalanan asmaranya. Dan yang mengejutkan, 98 persen orang memfantasikan orang lain di luar pasangan mereka. Apalagi dengan adanya jaringan sosial seperti Facebook, orang lebih mudah untuk meliarkan dan mewujudkan fantasi mereka, baik secara maya ataupun dunia nyata.

Menariknya, sedikit di antara mereka yang selingkuh akhirnya meninggalkan pasangan mereka demi selingkuhannya. Dan pada mereka yang melakukannya, tingkat perceraian yang terjadi sangat tinggi, yakni lebih dari 75 persen. Kebanyakan alasannya karena sulit untuk memercayai seseorang yang telah mengkhianatinya, meskipun ia pasangan yang telah bertahun-tahun bersama.

Jadi, jika konsekuensi selingkuh begitu besar, mengapa banyak orang masih melakukannya? Dan, adakah cara mencegah perselingkuhan?

Berlawanan dengan kepercayaan populer, selingkuh tidak selalu terjadi ketika seseorang tidak bahagia dalam hubungan mereka. Steve Stosny, terapis dan penulis, mengatakan bahwa 80 persen selingkuh terjadi karena adanya kesempatan.

Jika benar adanya, maka tidak peduli seberapa sering Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan atau Anda berupaya membuang “kerikil” dalam rumah tangga, pernikahan Anda tetap berisiko untuk perselingkuhan. Mencegah pasangan tidak selingkuh bukan dengan  menjauhinya dari teman-teman lawan jenis, juga bukan membatasi aktivitasnya di dunia maya.

Selingkuh tidak selalu terjadi pada orang-orang yang secara moral “menyimpang”. Pada 2004, 82 persen responden survei mengatakan bahwa selingkuh selalu dilakukan oleh orang yang moralnya cacat. Namun satu penelitian menunjukkan bahwa satu di antara dua wanita menikah memiliki minimal satu selingkuhan sebelum usia 40 tahun. Jadi, seseorang harus memiliki kesempatan untuk berselingkuh, bahkan jika mereka tidak berpikir akan melakukannya. Demikian seperti diulas Thirdage.

Mencegah perselingkuhan sederhana ketika diucapkan, tapi sangat berat dalam pelaksanaannya.

“Agar pasangan terhidari dari perselingkuhan, pertama-tama mereka harus menerima kenyataan bahwa tertarik pada orang di luar pasangan adalah sesuatu yang wajar dan normal,” kata Peggy Vaughn, penulisMyth of Monogamy.

Selanjutnya, bila Anda berfantasi tentang orang lain selain pasangan, Anda harus memberitahunya. Itu artinya, kunci selanjutnya adalah jujur dan terbuka tentang perasaan Anda.

“Tapi, jangan menjelaskannya secara rinci agar tidak menjadi bumerang, yakni menyakiti perasaan pasangan Anda,” tegasnya.

Katakan kepadanya apa yang Anda hargai dalam pernikahan bersamanya. Lakukan percakapan terbuka secara rutin dengannya untuk saling berbagi perasaan.

Jika Anda seperti kebanyakan orang yang menyembunyikan kesalahan—salah satunya selingkuh—bisa jadi Anda akan berhadapan dengan hasil yang tidak diharapkan. Lebih mudah untuk bersikap jujur dengan pasangan, apalagi bila Anda telah sepakat bahwa komunikasi merupakan pondasi hubungan.

Komunikasi terbuka untuk mengutarakan perasaan masing-masing semestinya tidak dipandang sebagai sesuatu yang di luar batas dan mengancam posisi.

”Bila kemudian fantasi menjadi sesuatu yang lebih menarik ketimbang kehidupan nyata, mendorong seseorang untuk berperilaku licik, dan menyembunyikannya, inilah yang menyebabkan perselingkuhan,” tukas Peggy.

Lain waktu bertemu seseorang yang menarik, Anda boleh menghargainya, tapi pastikan Anda menjaga komunikasi terbuka dengan pasangan.

Saat Gaji Istri kita Lebih Besar...



Istri berpenghasilan besar (Foto: Corbis)
Istri berpenghasilan besar (Foto: Corbis)
KEBAHAGIAAN biduk rumah tangga tidak dapat lepas dari kemapanan finansial pasutri. Ada kalanya, saat penghasilan istri lebih besar, suami menjadi lebih sering marah-marah dan melampiaskan kekesalan pada istri untuk menutupi perasaan bersalahnya tidak mampu menyokong kebutuhan ekonomi keluarga.

“Saat gaji istri lebih besar, yang harus dilakukan adalah kompensasi. Salah jika suami tidak memaknai hal ini sebagai sebuah berkah. Seharusnya dia dapat menyayangi istrinya dengan sepenuh hati, tanpa membuat istri merasa dimanfaatkan. Begitupun istri, jangan melihat hal ini sebagai pemanfaatan dari suami atau menganggap dirinya sapi perah karena sebenarnya kalian adalah ‘partner’ seumur hidup,” tutur psikoloh Ratih Andjayani Ibrahim kepadaokezone di acara “Sambut Suksesmu Dengan Percaya Diri Setiap Hari”, i XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Lain cerita jika pada akhirnya istri merasa dimanfaatkan suami, sebab memiliki penghasilan lebih besar kemudian memutuskan untuk berselingkuh atau bercerai.

“Kamu boleh memanggil saya tradisionalis, tetapi ketika kita sudah berkomitmen dengan satu orang untuk menjadi pasangan hidup, kita telah berkomitmen di hadapan Tuhan. Itulah mengapa sangat penting untuk teliti sebelum membeli, ibaratnya saling kenal satu sama lain secara baik baru menikah. Ingat tidak kalimat dalam susah dan senang, dalam keadaan sehat maupun sakit nah sekarang buktikan! Lihat kondisi ini sebagai cara bagaimana kita dapat membantu suami, membantu kehidupan keluarga kita, sebab kembali lagi suami adalah ‘partner’ kita, your spouse,” tutup Ratih.

Memperbaiki Keran Bocor, Langkah menghemat Air di Rumah



Perbaiki keran bocor, langkah hemat air di rumah. (Foto: Getty Images)
Perbaiki keran bocor, langkah hemat air di rumah. (Foto: Getty Images)
PENGGUNAAN air tanah secara berlebih dan pembangunan ibu kota dengan penggunaan tiang pancang besar (area hijau makin terbatas), menyebabkan permukaan tanah menurun. Sehingga pasokan air bersih di Jakarta semakin berkurang dan memaksa sebagian besar warganya membeli untuk sekadar mandi dan memasak.

Kekurangan air bersih di beberapa bagian ibu kota di antaranya disebabkan penggunaan air yang berlebih di wilayah padat penduduk. Untuk itu, mengapa kita tidak mulai menghemat penggunaan air di rumah mulai sekarang?

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menghemat pengeluaran air di rumah. Dengan menghemat pemakaian air, kita banyak menghemat dana. Untuk mewujudkannya, pemaparan yang dilansir eHow berikut bisa Anda lakukan.

Jangan biarkan air mengalir sia-sia

1. Perbaiki semua keran air yang bocor di rumah. Dengan membiarkan air terbuang sia-sia, Anda telah membuang 11.356.235 ml per tahun.

2. Dengan mematikan aliran air keran saat menggosok gigi, Anda telah menghemat air sebanyak 378.541 ml per bulan per anggota keluarga.

3. Usahakan menghemat air saat menyiram tanaman. Jika perlu, konsultasikan kepada ahlinya untuk memasang sistem daur ulang air untuk tanaman.

4. Pendekkan selang shower Anda.

5. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan membuang-buang air.

Mencuci mobil

Cara yang paling baik ialah menggunakan air daur ulang untuk mencuci mobil Anda. Atau jika tidak, matikan aliran air keran saat Anda tidak menggunakannya.

Kipas angin lebih baik

Saat cuaca terasa panas, mungkin membuat kolam renang bagi anak ide yang bagus, tapi kolam renang anak hanya akan menghabiskan air dan hanya menawarkan kesegaran sesaat. Lebih baik manfaatkan kipas angin yang Anda miliki.

Saat makan di luar

Kebanyakan restoran akan membawakan segelas air putih saat Anda menunggu pesanan makanan. Jika Anda tidak bermaksud untuk meminumnya, sebaiknya tolak untuk mengehemat penggunaan air restoran tersebut.

Mencuci pakaian

1. Gunakan mesin cuci hanya ketika pakaian yang akan dicuci cukup banyak. Lebih baik cuci dengan tangan jika yang akan dicuci hanya satu celana jins dan satu kaus.

2. Jemur handuk dan piyama di bawah sinar matahari setiap habis digunakan, cara ini dapat menghemat penggunaan air untuk mencuci. Satu piyama dapat digunakan hingga dua sampai tiga malam, tergantung penggunaannya.

Cara menceegah Pakaian Kusut



Cara cegah pakaian kusut. (Foto: Getty Images)
Cara cegah pakaian kusut. (Foto: Getty Images)
SERING KALI kita dibuat kesal dengan pakaian kusut karena sulit dirapikan, terutama saat sedang terburu-buru menyetrika di pagi hari. Beruntung, beberapa trik mencuci dan menyimpan pakaian yang benar dapat mengurangi kekusutannya.

Berikut ini beberapa trik mengurangi kusut pada pakaian, seperti yang dilansir eHow.

1. Jangan pernah biarkan pakaian yang dicuci terlalu lama di alat pengering pakaian. Angkat pakaian begitu proses pengeringan selesai. Udara akan membuat kekusutan lebih tercetak jelas pada pakaian, untuk itu lipat atau gantung pakaian untuk mencegah kekusutan yang lebih buruk lagi.

2. Gantung pakaian dengan benar untuk mencegah kusut.

3. Gantung semua tipe pakaian. Kebanyakan dari kita masih menganggap kaus dan sweater lebih baik dilipat. Namun kenyataannya, menggantung adalah trik paling jitu untuk mencegahnya kusut. Pakaian yang ringan, lebih mudah kusut ketimbang bahan yang lebih berat.

4. Pilih bahan yang tidak mudah kusut seperti licramicrofiber poly atau microfiber vicose.

5. Bagi Anda yang sering bepergian, kekusutan pakaian akan lebih sedikit terlihat saat Anda menggulung pakaian bukan melipatnya.

6. Hati-hati saat menyetrika. Pastikan pakaian yang sedang di setrika jauh dari tubuh Anda agar tidak terjadi lipatan pada pakaian saat tubuh Anda condong ke depan.

7. Investasikan uang Anda pada semprotan antikusut. Terdapat beberapa produk baru di pasaran yang mampu mencegah kusut. Semprotkan pada pakaian yang akan disetrika.